Albuhtan ( fitnah dalam bahasa Indonesia ), adalah perbuatan yang sangat tercela. Pertama ia adalah penyebab perpecahan dan sara. Kedua dia sangat menciderai nama baik sesorang. Ketiga, ia adalah salah satu amalan maksiat yang mempunyai akibat dosa yang sangat besar.
Albuhtan, bila disandarkan kepada orang-orang biasa tidak seberapa besar dosanya bila dibandingkan dengan Al-Buhtan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, karena berarti pencideraan atas agama dan keyakinan. karena itu beliau sangat melarang kita berbuat al-Buhtan. beliau juga menyatakan yang artinya kurang lebih: berbohong atasku tidak seperti berbohong atas sesorang diantara kalian .
Banyak manusia melakukan buhtan untuk mencapai popularitas, juga untuk menjegal sesama karena politik, ada kalanya murni memfitnah. Bahkan ada yang terang-terangan menggunakannya sebagai senjata mencari pengikut dalam kebaikan, semisal : mencari murid dalam lembaga pendidikan.
Ada yang salah dalam memahami infaq mal fi sabilillah dan risywah. risywah dalam maksud sebenarnya adalah mempertahankan kebathilan dengan harta yang ditujukan agar tetap eksis kebathilan tersebut. Seperti seseorang terbukti korup ingin melepaskan diri dari jeratan hukum dengan menggunakan harta agar bebas. Berbeda dengan bila ada seorang yang saleh, benar dalam ucapan, tindakan, konsep, ia ingin memperbanyak pengikut dengan memberikan harta yang cukup agar banyak yang mendapat manfaat dari kebaikan yang selama ini ia konsis dan amalkan.semisal juga para politikus yang benar-benar bersih. Ini bukan kolusi yang kadang beberapa orang salah paham.demikian perlu ada pelurusan pemahaman yang sebenarnya. Allohu a'lam bis showab
terimakasih. cukup membantu,.
BalasHapus