Laman

Kamis, 27 Januari 2011

Keharusan kita menyatakan yang sebenarnya

Rosululloh telah memberi kita pijakan dalam mensikapi hal yang tidak wajar dalam setiap aspek kehidupan kita ( munkar-sesatu yang tidak familier untuk agama kita, untuk masyarakat kita, untuk sisi positif hidup kita ) dengan melakukan 3 tindakan yang tidak sekaligus tapi grade atau tahapan. tahapan tahapan ini bila yang pertama sudah dilakukan otomatis ke-2 dan ke-3 sudah terlaksana, bila yang pertama tidak bisa maka kita melangkah yang kedua. Demikian selanjutnya. langkah itu adalah; pertama kita lakukan tindakan ( prefentif atau kuratif ) prefentif lebih baik dari pada kuratif. bila tidak bisa maka kita menyampaikan nasehat-nasehat tentang kebaikan yang mempunyai akses positif dan bila keberadaan kita ternyata lebih menjadikan hal yang tidak wajar itu reda. bila langkah ke-2 tidak bisa, kita hanya boleh mengingkarinya dalam hati, dan itu adalah kewajiban kita minimal, harus kita lakukan tidak boleh kita relakan ketidak wajaran itu terjadi. Kita sudah di nash menjadi pembawa bendera amir ma'ruf nahi an munkar, kita di nash menjadi ummat terbaik yang diciptakan oleh Tuhan ( Alloh SWT ).
Dengan demikian ada beberapa yang harus kita siapkan ketika kita melakukan tahap tahap yang wajib kita lakukan. kita harus berbekal tata laku yang simpatik ( akhlaq karimah/ perangai Rosululloh dan para Rosul sebelumnya ) tindak tanduk lelaku model Qur'ani. kita tidak boleh melakukan kejahatan, kita tidak boleh represif, kita tidak boleh sewenang-wenang. kita datang dengan membawa bendera kebenaran, kita sampaikan. kita tawarkan, bila mereka menolak kita menasehati yang lain. itu adalah tindakan Rosululloh SAW. Bila para Asyqiya' itu menghadapi dengan kekerasan baru kita harus menghadang dan mempertahankan kebenaran yang tak terbantah yang kita bawa. Itu adalah langkah baik yang diajarkan oleh Para Nabi yang dibawa oleh Rosululloh SAW.
Yang kita hadapi ada beberapa macam; mempertimbangkan, menolak, melawan. Yang pertama dan kedua kedua bukan lawan kita.Tapi yang ketiga barulah kita defensif menghadapi mereka. perjalanan kebenaran selalu menghadapi hal-hal seperti ini. kita tidak boleh kemudian putus asa menyampaikan yang benar. kita sampaikan walaupun sampai pada titik terberat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar